Mas kundrat n all rekans
Salam RAPI 51 55
penasarannnn… obrolan santai malams terdahulu,…
musyawarah dalam organisasi rapi sebenarnya sudah tertata melalui p.o. peraturan organisasi No.79.09.00.0701 tentang pedoman pelaksanaan musyawarah dan rapat kerja organisasi.
Panitia pengarah musyawarah (wilayah) bertugas menyiapkan materi komisi yang biasanya ada dua atau tiga. yakni: Komisi A-Organisasi; Komisi B; Program Kerja; dan Komisi C: Rekomendasi
Komisi A-Organisasi; membahas:
a. struktur kepengurusan yang cocok untuk meralisasikan program kerja;
b. upaya pengembangan organisasi, (bila dipandang urgent), untuk antisipasi lokasi rawan bencana;
c. upaya pengembangan organisasi, untuk peningkatan peran organisasi dan anggota, di lingkungannyam semisal kerjasama dalam kamtibmas; membuka jarring komunikasi antar kecamatan;
d. upaya pengembangan organisasi, dengan membentuk Pengurus Lokal per Kecamatan; atau Gabungan beberapa Kecamatan. Demikian pula bila ada lokal yang vakum, karena berbagai sebab, harus diberikan saran solusinya. Hal inipun bisa dibahas pada komis C kalau ada.
e. upaya pengembangan organisasi, sebagai konsekuensi atau tindak lanjut MoU RAPI.

Komisi B; Program Kerja; membahas:
Mencermati program kerja nasional dan program kerja daerah; panitia pengarah memilah dan menyusun draft program kerja wilayah, sesuai potensi dan kondisi wilayahnya. Kemudian mempertimbangkan program yang dipandang urgent untuk dikembangkan dan dilaksanakan di wilayah. Bila ternyata, untuk melaksanakan program tersebut, diperlukan pembentukan atau penambahan bagian pada struktur organisasi, penambahan tersebut dibahas pada komisi organisasi. Itulah, makanya sangat penting sinkronisasi penyusunan materi musyawarah oleh tim panitia pengarah.

Komisi C: Rekomendasi; membahas:
Musyawarah wilayah ada yang menyiapkan tiga komisi, dan ada pula yang hanya dua komisi. bila ada Komisi C, maka komisi rekomendasi ini, membahas amanat yang wajib? dilaksanakan oleh Pengurus Terpilih.
Materi bahasan Komisi C bisa saja substansinya sama dengan materi bahasan Komisi A dan/atau Komisi B, namun rumusan hasinya berupa petunjuk yang harus dilaksanakan oleh Pengurus Terpilih. Itu sebanya, mengapa ada juga musyawarah yang hanya membentuk dua komisi.

Pertaut Silaturahmi Seraya Tingkatkan Kinerja.
Tabek, JZ 10 HMI h. daeng kamaruzzaman
0858 8080 1014 – 0818 245 403
Jum’at, 28 Mei 2010